Senin, 14 Januari 2019

Bukit Batu Jonggol: Tempat Wisata Seputaran Jakarta yang Unik

Bukit Batu Jonggol merupakan sebuah tempat wisata baru yang menarik yang terletak di desa Sukaharja, Sukamakmur, Bogor Jawa Barat. Kalau menurut saya lebih tepatnya dekat Depok. 


 Bukit Batu Jonggol
Menuju Puncak Bukit Batu Jonggol


Pada awalnya iseng-iseng menyusuri foto-foto di instagram hingga kemudian mata terperangkap pada sebuah pemandangan Sunrise yang sangat bagus. Lagipula tempanya berada tidak jauh dari Jakarta, alias cuman di Jonggol doang.  Nah insting bertualang pun langsung muncul, berhubung sudah lama tidak menikmati pemandangan alam karena terjebak dalam rutinitas kerja yang menyita banyak waktu.


Bukit Batu Jonggol; Jalur Tempuh, Harga Tiket Masuk dan Parkir.


Nah, pada awal Januari 2019 berhubung memulai perjalanan dari Jakarta, saya memutuskan untuk berjalan pada malam hari demi mengejar sunrise pada keesokan harinya. Berdasarkan berbagai info yang didapat kalo pada saat weekend, bukit batu sering dipadati orang maka pilihan yang terbaik adalah berjalan pada sabtu pagi menggunakan motor.

Jalan tempuh yang terbaik dari Jakarta adalah melewati jalan raya Bogor hingga melewati Depok. Kemudian sampai di Fly Over Cibinong yang ada pasarnya langsung belok ke kiri. Pagi itu dari Jakarta saya bersama pacar start jam 2 pagi berbekal panduan “Mbah Google Maps”.

Guys, jujur saja buat saya perjalan kali ini di tengah pagi-pagi buta benar-benar menguji adreanalin, jalan kearah sana memang sudah di aspal. Hanya saja medannya cuy….!!!! Sumpah kayak uji nyali, setelah tanjakan tajam langsung menukik tajam. Bagi yang terbiasa jalanan macet di Sudirman dan Gatot Soebroto tiba-tiba bertemu jalur ini langsung kelabakan. Bagi yang hendak kesana, perhatikan keadaan motor dengan sesama, pastikan rem berfungsi dengan baik.

Sesampai di tempat tujuan sekitar jam 4 pagi, kami langsung parkir dan untuk tarif parkirnya Rp. 20.000,-  per motor. Bukit Batu Jonggol sendiri selalu tebuka 24 Jam dan selalu ada yang stand by. Kami diarahkan untuk menuju Pos masuk yang terletak kira-kira 500an meter dari tempat parkir motor.

Di Pos masuk satu orang dikenai biaya Rp 15.000,- . Nah kemudian kami mulai melakukan penanjakan ke atas bukit batu Jonggol. Untuk tanjakan awal jalannya diterangi oleh lampu, walau demikian kami masih harus mengandalakan senter Hp sebagai penerangan.



Monyet di Bukit Batu Jonggol
Monyet di Bukit Batu Jonggol



Tempat Camping dan Latihan Bagi Pendaki Pemula.


Bagi orang yang belum pernah mencoba mendakit gunung, sangat disarankan untuk mencoba bukit batu Jonggol. Selain karena tempatnya tidak jauh dari Jakarta saat hendak mencapai puncaknya terdapat suatu tempat yang agak landai dan dipenuhi monyet hutan dan sangat cocok untuk tempah berkemah. Kebetulan saat kami sampai disana ada beberapa orang yang bermalam dan mendirikan kemah. Selain itu sudah ada beberapa orang yang telah berada di atas puncak.

Pemandangannya sangat bagus dengan tracking yang cukup lumayanlah. Namun karena pacar tidak pernah mendaki jadi kami berhenti sampai di tanjakan batu ekstrim pertama setelah tempat berkemah.  Setelah beristrirahat sejenak mengabil beberapa foto kamipun segera turun ke bawah dan beberapa kali kami berpapasan dengan beberapa orang yang ingin mendaki. Jangan lupa untuk menikmati sarapan atau sekedar “ngopi” di warung tepat di depan pos masuk

Bagi saya yang sejak kecil di Manggarai-Flores, bukit Batu Jonggol adalah hal yang biasa-biasa saja. Sejak kecil sering menghabiskan waktu di Poco Ndeki Kisol saat di Seminari, Poco Muntung Ruteng, bukit-bukit sekitaran Mukun dan Elar saat berlibur. Namun jalur dari Cibinong ke bukit batu Jonggol di pagi-pagi butalah yang benar-benar sangat menantang. 

Pada kesimpulannya tempat ini merupakan tempat yang bagus untuk sedikit melepas penat dari kemacetan Jakarta, selain trackingnya yang “Lumayan” jalurnya yang “Ekstrim” serta satu hal lagi yaitu “Keramahan” para petugas yang berjaga disana. Saya sangat terkesan dengan mereka.. 






EmoticonEmoticon