Senin, 06 April 2020

Belajar Mengolah Cokelat Asli Indonesia

Sungguh miris rupanya apabila Indonesia yang dielu-elukan sebagai penghasil cokelat terbesar ke-3 di dunia, namun masyarakatnya sendiri belum mengenal cokelat. Jangankan menjadi tuan rumah di negeri sendiri, untuk soal rasa saja kebanyakan lidah masyarakat  Indonesia masih sering tersasar dengan rasa cokelat yang asli.


Salah satu olahan coklat


Mayoritas masyarakat kita mengenal produk turunan cokelat dengan rasa manis. Padahal sejatinya rasa olahan produk kakao adalah agak pahit. Hal tersebut mencerminkan bahwasanya informasi masyarakat tentang cokelat masih minim. Ketidaktahuan masyarakat tidak terlepas dari kurangnya informasi yang valid. Edukasi mengenai kuliner paling mudah didapatkan ketika mengkonsumsi sajian.

Dari keberulangan menyantap sajian yang sama, masyarakat jadi mengetahui informasi rasa mengenai makanan tersebut. Juga secara tidak langsung, hal itu menumbuhkan preferensi masyarakat akan sajian tersebut.

Pipiltin Cocoa's sebagai produsen produk turunan kakao menyadari hal tersebut. Oleh sebab itu dua bersaudara Tissa dan lrvan yang sekaligus sebagai pendiri memberikan pilihan luas akan produk turunan cokelat hingga lebih dari 100 jenis yang kebanyakan berkomposisi dark chocolate.

Mereka pun sengaja memilih biji kakao terbaik dari dalam negeri dengan tujuan yang serupa, seperti Tabanan, Bali; Glenmore; Jawa Timur; dan Pidie Jaya, Aceh.

Akan tetapi Pipiltin Cocoa's menyadari betul bahwa pasar Indonesia yang terbiasa dengan cokelat manis. Oleh sebab itu untuk mengakali hal tersebut Tissa dan Irvan berunding dengan otak dapur, chewaaluddin Ahmad untuk menciptakan olahan yang dapat diterima pasar di Indonesia tanpa harus menghilangkan esensi.

Salah satu hasilnya adalah Chocolate Soup yang sekilas pandang jauh dari kesan sup yang biasa orang Indonesia santap. Pasalnya tatkala disajikan, piring hanya diisi dengan cangkir berisi cokelat cair dan cokelat bulat berlubang yang dihiasi ornamen kue berbentuk dadu di sekitarnya.

“Bahan baku cokelat biasanya digunakan untuk menu dessert. Namun saya harus menciptakan sajian sup yang seharusnya untuk appetizer. Akhirnya saya ciptakan menu ini,” ujar chewaaluddin melatar belakangi.

Chef Awaluddin sebagai eksekutor sajian paham betul bahwa santapan tidak sekedar urusan lidah dan perut, namun juga mata. Maka jangan heran apabila cara memakan sup cokelat yang satu ini agak keluar pakem.

Untuk menyantap Chocolate Soup, pertama yang harus dilakukan yakni menyiramkan cokelat cair ke atas cokelat berbentuk bulatan berlubang. Tak perlu menunggu beberapa lama bulatan cokelat meleleh dan melebur bersama cairan cokelat.


Bukan saja sekadar peristiwa siraman tadi yang patut ditunggu. Namun rasa manis, gurih, minty, renyah, disertai rasa cokelat yang dominan cukup mengobati kerinduan akan cokelat.


foodservicetoday

High Way To Hell


EmoticonEmoticon