Senin, 06 April 2020

Food Truck Volkswagen Untuk Cofee Shop dan Cake Shop

Agar dapat menampung equipment dan kitchen set yang mumpuni, idealnya food truck menggunakan truk berukuran besar, seperti truk Dyna. Akan tetapi, jalanan di kota sayangnya tidak berukuran cukup besar. Food truck berukuran besar mungkin akan terganggu dengan sempitnya jalanan. Belum lagi kemacetan yang sering terjadi.


Volkswagen Food Truck


Atas dasar hal tersebut, beberapa food truck memilih menggunakan Volkswagen (VW) Combi untuk food truck-nya. Sebut saja Gusto de Combi dan Tabanco di Jakarta. Beberapa food truck di Bandung seperti McDuren, Little White Cafe, dan lain-lain juga menggunakan VW Combi. Selain bentuknya lebih kecil dan ringkas, VW juga lebih mudah dirawat. Harganya juga lebih terjangkau.

Andi A. Luthfi. pemilik sebuah bengkel VW di bilangan Ialan Cisaranten Kulon No.18, Antapani, Bandung, telah cukup lama menggeluti bisnis bengkel dan modifikasi mobil VW. Sejak akhir tahun 2011. dirinya telah menerima pesanan modifikasi mobil VW menjadi food truck.


Proses Membuat Volkswagen Menjadi Food Truck


"Sekarang food truck lebih unik. Konsep-konsepnya juga lebih menarik.”. Memodiflkasi mobil VW menjadi food truck membutuhkan ketelatenan yang tinggi. Bengkel milik Luthfi sendiri hanya menerima sekitar 4-6 food truck pertahunnya karena untuk memodifikasi satu mobil VW Combi menjadifood truck, Luthfi membutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan.

"Kami tidak bisa mengerjakan lebih dari satu food truck di satu waktu karena tidak hanya food truck yang kami kerjakan. Mengerjakan food truck membutuhkan perhatian lebih," kata Luthfi.

Ukuran VW Combi yang kecil membuat Lutfhi harus memutar otak dalam mengerjakan desain food truck. Langit-langit yang rendah membuatnya tidak ideal untuk dijadikan sebuah dapur. Jika memasak di dalam VW Combi, langit-langitnya akan kotor dan menghitam. Selain itu, suhunya terlalu panas.

Oleh karena itu, Luthfi menyarankan agar makanan dimasak terlebih dahulu di dapur pusat. Menurutnya, equipment ideal untuk masakan di dalam food truck hanyalah warmer atau holding cabinet, refrigerator, dan dispenser. Ia juga berpendapat bahwa jenis usaha kuliner yang pas untuk food truck dari VW Combi adalah coffee shop dan cake shop. Akan tetapi, jika ingin memasak, ada solusi yang bisa ditawarkannya.

“Pertama, kita bisa menggunakan tenda tambahan. Jadi selain menggunakan warmer, fond truck juga dilengkapi dengan storage untuk menyimpan perlengkapan tambahan tersebut. Kedua, kita juga dapat menggunakan meja built in yang dapat dibuka ke luar. Nantinya meja tersebut menjadi ruang tambahan di luar mobil. Jadi pada dasarnya sama saja, memasak memang harus di luar mobil,” kata Luthfi.



Harga Modifikasi Volkswagen Menjadi Food Truck


Jasa modifikasi yang ditawarkan Luthfi dimulai dari harga 110 juta rupiah. Harga tersebut sudah termasuk dengan mobil VW Combi Brazil, jasa konsultasi usaha, desain, hingga membangun food truck sampai sempurna.

“Kami menawarkan jasa konsultasi usaha karena kami sadar, untuk ukuran usaha kecil food truck membutuhkan modal yang besar. Apalagi sekarang juga banyak mahasiswa yang mau berbisnis food truck. Jangan sampai usaha food truck tersebut mati di tengah jalan karena kalau kandas mobilnya akan susah dijual lagi. Yang mau beli hanya orang yang mau berbisnis food truck juga karena VW-nya sudah didekor,” ucap pria yang telah 5 tahun berkecimpung di dunia otomotif ini.


Volkswagen lebih Cocok untuk Coffee Shop


Perangkat yang diberikan oleh Luthli adalah genset dan sistem drainase. Kitchen equipment seperti wanner, coffee machine, atau refrigerator juga dapat ditanam di food truck agar lebih ringkas.

“Biasanya, kami menaruh wanner di bagian belakang food truck, lalu genset akan ditanam di bawahnya. Coffee machine ada di bagian pinggir dekat jendela. Kasir dan bagian pemesanan ada di jendela yang dapat dibuka ke luar membentuk meja. Jadi, walaupun sederhana, ada alur yang teratur sehingga tidak menghalangi pergerakan pengguna." kata Luthfi.

Atap VW juga dapat ditinggikan. Akan tetapi, ada pula tambahan biaya sekitar 20 juta rupiah. Jika atap lebih tinggi, pengguna akan lebih leluasa. Selain itu, VW Combi Brazil juga bisa diganti dengan VW Combi lerman dengan penambahan harga yang cukup tinggi yaitu sekitar setengah kali harga VW Combi Brazil. Alasannya, mobil tersebut sudah cukup jarang.

Ketika ditanya mengenai kliennya yang paling berkesan, Luthfi langsung menyebutkan Double Dipps. Alasannya, ini pertama kalinya ia mengerjakan food truck untuk franchise yang cukup besar. Selain Itu, karena lnl proyek terbarunya, Ia Juga sudah lebih terlatih dan mahir mengerjakan food truck sehingga modifikasi yang dilakukannya lebih bagus daripada modifikasi-modifikasi sebelumnya.

“Kami membuat food truck ini lebih sempurna. Kami menggunakan genset yang tidak berisik, drainasenya lebih bagus, perhitungan beban-beban engselnya juga lebih presisi sehingga kuat,” kata Luthfi.

Untuk perawatannya, Luthfi menyarankan pengguna untuk mengecek keadaan mobil secara keseluruhan setiap satu tahun sekali. Umur mobil yang cukup tua membuatnya membutuhkan perhatian lebih. Apalagi bagi food truck yang digunakan setiap hari.

“Pelanggan kami bisa kembali mengeceknya di bengkel ini. Jika tidak dapat ke bengkel ini, misalnya jika food truck digunakan di Jakarta, kami juga bisa memberikan rekomendasi bengkel-bengkel yang tepat untuk merawat food truck Anda,” tutup Luthfi. 

Foodservicetoday

High Way To Hell


EmoticonEmoticon