Senin, 06 April 2020

Ingin Sukses Berbisnis Food Truck? Ini Tiga Hal yang Harus Diperhatikan

Layaknya virus, food truck juga mewabah di Indonesia. Hal tersebut tidak terlepas dari peran media yang menyebarkan pemberitaan tentang food truck. Food truck dapat diartikan sebagai restoran berjalan. Itu berarti konsep berjualan makanan di atas truk ini menyajikan pengalaman makanan kelas restoran dengan susasana yang berbeda, outdoor.


Contoh Food Truck yang Simpel


Di benak mayoritas penduduk menganggap bahwa konsep ini mirip dengan street food ala gerobak pedagang kaki lima (PKL). Padahal apabila ditelaah lebih lanjut, meski terdapat kemiripan, food truck berbeda dengan streetfood ala PKL pada umumnya.

Datang dengan konsep yang baru tidak membuat masyarakat dapat menerimanya begitu saja. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan agar food truck terus berjaya. Seorang food truck conceptor; yang juga salah satu pendiri Jakarta Food Truck, Ari Galih Gumilang membeberkan beberapa saran berdasarkan pengalamannya yang dapat menjadi sumber renungan dan inspirasi Anda.


MENU UNTUK FOOD TRUCK


Soul-nya food truck itu makanan yang unik. Simpel dan cepat, orang enggak perlu repot. tetapi orang mau susah," ungkapnya. Menurutnya apabila menu yang ditawarkan food truck sama dengan restoran pada umumnya hal itu akan sia-sia.

Pasalnya, kebanyakan orang Indonesia akan cenderung memilih makan di ruang indoor seperti restoran apabila pilihan menunya sama. Tentu pertimbangan kelezatan juga memiliki andil di sini.

Namun, tidak asal unik, ada juga hal lain yang harus diperhatikan seperti simplisitas dan kecepatan. Sehingga dia menyarankan untuk mendesain menu yang dapat disajikan secepat dan semudah mungkin. Ari Galih yang juga chef itu menyatakan bahwa kesiapan tersebut tergantung dari persiapan di main kitchen.

“Seharusnya semua makanan sudah siap 60%. Sehingga di atas truk tinggal memanaskan, menggoreng, atau menyajikan," terangnya. Agar menu food truck dapat menyentuh pasar, harga pun harus disesuaikan. Pasalnya meski menyajikan rasa restoran, food truck tidak bisa menetapkan harga terlalu tinggi.

Namun. food truck juga tidak bisa banting harga seperti halnya makanan yang dijual di atas gerobak, mengingat biaya operasional food truck yang berbeda dengan gerobak. "Kita tidak bisa mengambil profit sebanyak 100% dari tiap menu. Kalau bisa sesuaikan di tengah-tengah," jelasnya.


DAPUR FOOD TRUCK


"Saya sering menemukan beberapa food truck yang menggunakan equipment skala rumahan di truk mereka. Itu oke-oke saja. Tetapi apakah dia mau selama berjualan di atas food truck tidak mengubah menu?” tandasnya. Menurutnya penggunaan equipment heavy-duty menjadi persoalan yang tidak bisa ditawar lagi.

Pasalnya dengan alat tersebut pergantian menu bisa dilakukan kapan saja, di samping ketahanan equipment untuk jangka panjang yang sudah teruji. Makanan yang lezat tentu dihasilkan dari tangantangan mahir. Oleh sebab itu pemilihan sumber daya manusia juga menjadi penting.

Chef Galih, begitu biasa dia dipanggil, sering menemukan persoalan yang sama di antara para pemilik food truck. “Kebanyakan teman-teman mengajak kenalannya untuk bergabung. Itu sih sah-sah aja, cuma mereka harus benarbenar bisa masak,” ungkapnya.

Tentu kelezatan akan tidak ada artinya apabila tidak dibarengi dengan kualitas bahan makanan yang baik serta lingkungan kerja yang bersih. Menurutnya meski dikategorikan sebagai streetfood, food truck harus menerapkan standar-standar tertentu dalam kebersihan dan kualitas makanannya.

Seperti memperhatikan kualitas bahan, tempat penyimpanan makanan, dan kebersihan lingkungan kerja. Kendati di indonesia sendiri pemerintah belum mengatur secara jelas dan pasti mengenai ketentuan tersebut.


Food Truck memudahkan mobilitas 


PEMASARAN UNTUK FOOD TRUCK


Food truck sebagai restoran nomaden tentu harus memilih lokasi yang dianggap ramai dan sesuai dengan pangsa pasar. Food truck bisa memilih berjualan seperti di pusat perbelanjaan, perkantoran. atau bahkan event.

Berhenti di pusat keramaian tidak melulu menarik orang untuk datang. Perlu adanya keunikan di tampilan truk untuk mengundang perhatianorang untuk melihat dan datang. “Food truck itu jualan cantik-bantikan dan ganteng-gantengan," seloroh chef Galih.

Belum cukup sampai di situ, untuk mengundang orang datang terkadang butuh juga strategi bandwagon. Para pemilik bisa berkumpul berjualan bersama untuk menarik keramaian, atau bahkan menciptakan keramaian itu sendiri. Di sinilah pentingnya menjalin komunikasi dengan sesama pemilik food truck.

Menurut Galih, dari segi pelayanan juga dapat mengundang pelanggan untuk datang. Para pemilik food truck bisa menonjolkan keunikannya melalui kostum atau atribut yang dikenakan sesuai dengan tema jualan di food truck yang bersangkutan.

Apabila diperlukan rekrutlah beberapa karyawan yang khusus meng-update di internet perihal food truck yang sedang dijalankan. Karyawan bisa juga sekaligus merangkap bekerja di atas food truck dan mengurusi pemasaran di internet.


 “Rekrutlah orang-orang yang gaul banget. Yang kerjaannya selalu update di social media,” imbuhnya. Karena ketika informasi lewat dunia maya sudah menjadi kebutuhan, masyarakat memilih referensi dari internet untuk mencari informasi, termasuk soal makanan. Di samping mudah, netizen juga dapat berinteraksi di dalamnya.

Foodservicetoday

High Way To Hell


EmoticonEmoticon