Rabu, 08 April 2020

Persaingan Marketplace Di Indonesia dan Pendanaanya

Di Indonesia, e-commerce yang berkonsep marketplace tidak hanya Tokopedia. Saat ada Lazada dan Lamido yang dikembangkan Rocket Internet, perusahaan internet asal Jerman. Bukalapak yang didirikan oleh PT Kreasi Online Indonesia pada 2010 (sekarang di bawah naungan PT Bukalapak.com); dan Elevenia, situs hasil patungan antara SK Planet asal Korea dengan operator telekomunikasi seluler terbesar kedua PT XL Axiata Tbk.


Logo Bukalapak


Mereka bersaing mendapatkan ceruk pasar dengan populasi 245 juta jiwa ini-yang tahun 2013 dari keseluruhan e-commerce menghasilkan transaksi senilai US$8 miliar (Rp96 triliun).

Mereka kian bersemangat memenangkan persaingan karena berdasarkan prediksi Indonesia E-commerce Association (IDEA), Google, dan perusahaan riset TNS dua tahun lagi transaksi e-commerce yang tercipta di Indonesia mencapai US$25 miliar (Rp300 triliun).


Investor E-Commerce Di Indonesia 

Tentu sebagian dihasilkan dari marketplace. Potensi yang demikian besar itulah yang membuat investor-investor asing melirik pasar Indonesia dengan beragam cara, baik akuisisi maupun pendanaan.

Lazada

Lazada, misalnya, kabarnya tahun 2013 juga berhasil menambah pendanaan sebesar US$250 juta dari beberapa investor, antara lain Investment AB Kinnevik asal Swedia, Verlinvest (Belgia), Tesco PLC (Inggris), dan Access Industries(Amerika).

Namun, dengan pendanaan yang sejak awal toalnya mencapai US$486 juta itu, Lazada harus membaginya dengan anak-anak usaha yang tersebar di Negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Bukalapak

Bukalapak, yang terkenal tren penjualan sepeda via online, meski baru setahun berdiri juga sudah mendapatkan pendanaan dari Batavia Incubator, perusahaan patungan antara Rebright Partners asal Jepang dan Corfina Group asal Indonesia, dengan kompensasi saham 20%.

Pada 2012, Gree Ventures, juga dari Negeri Sakura, mengucurkan investasi seri A, disusul pemodal ventura senegaranya, Aucfan, yang menambah pendanaan sebesar US$300.000.

Elevenia

Adapun Elevenia didirikan pada 11 Juli 2013 dengan  modal berbagi dua antara SK Planet, anak usaha SK Telecom, dan XL Axiata sebesar US$40 juta. “Indonesia besar banget dan industri kreatifnya juga besar,” kata Iriel Parmato Henry, Go to Market Manager XL Planet, pengelola Eleyenia.

Di antara pesaing-pesaing itu, sebenarnya Tokopedia belum bisa dikatakan sebagai “sang pemenang”. Dari sisi trafiknya saja, berdasarkan data StatShow.com per 6 November, Tokopedia baru diakses oleh 10,54 juta pengunjung dengan 16,87 juta pageviews per bulan.

Sementara itu, Lazada Indonesia memiliki 12,48 juta pengunjung dengan 19,97 pageviews; Bukalapak 10,9 juta pengunjung dengan 17,48 pageviews; dan Elevenia 2,17 juta pengunjung dengan 4,78 juta pageviews per bulan.

Peringkat website Tokopedia yang secara global berada di urutan 1.867 pun masih kalah dari Lazada yang menempati urutan 1.577 dan Bukalapak di 1.802. Elevenia masih di peringkat 6.589.


Lazada



Persaingan di antara E-Commerece


Lantas, apa yang membuat banyak investor global berani menanamkan investasinya ke Tokopedia? Padahal, pendapatannya masih sangat kecil karena, seperti dikatakan William CEO Tokopedia, sampai saat ini Tokopedia tidak menarik komisi penjualan dari pedagang seperti marketplace lain.

Umumnya marketplace menarik komisi ke penjual dengan besaran bervariatif, tergantung transaksi yang dihasilkan. Itu sebabnya, hampir setiap marketplace memiliki sendiri atau menggandeng online payment gateway.

Bukalapak, misalnya, menawarkan BukaDompet untuk sistem pembayarannya. Satu-satunya pendapatan Tokopedia berasal dari gold merchant dengan tarif Rp100.000 per bulan, Rp300.000 per tiga bulan dengan bonus kredit iklan senilai Rp75.000, hingga Rp2,4 juta untuk dua tahun dengan bonus kredit iklan senilai Rp600.000.


Gold merchant itu akan mendapatkan fitur-fitur yang membantu konversi harga dari dolar Amerika ke rupiah, sistem admin bisa dibagikan kepada staf toko dengan akses terbatas, dan badge khusus sebagai tanda bahwa mereka merupakan gold merchant. William mengakui jumlah gold merchant tersebut belum signifikan.


bloombergbusinessweek

High Way To Hell


EmoticonEmoticon