Sabtu, 04 April 2020

Shailene Woodlley: Perjalanan Masa Remaja dan Kisah Cinta yang Unik

Tahun 2014 nama Shailene Woodley sudah hits banget di mana-mana. Gimana enggak? Sampai pertengahan tahun ini, Shailene sudah punya tiga film yang siap dirilis. Mulai dari film indie White Bird in a Blizzard, film franchise yang diprediksi akan jadi blockbuster yaitu Divergent sampai drama The Fault in Our Stars. Wajar kalau banyak media dan pengamat film di Hollywood yang memprediksi Shailene akan jadi The Next Big Thing di Hollywood, mengikuti jejak Jennifer Lawrence.


Shailene Woodley
@shaillene_woodlley


Bagi Shailene, pencapaian ini tidakdah mudah  sama sekali. Butuh perjuangan selama 17 tahun hingga akhirnya namanya hits di Hollywood seperti sekarang. "Nothing was overnight for me," paparnya.

Selama 17 tahun berjuang meniti karirnya sebagai ' “aktris, Shailene juga harus  berjuang melalui masa remaja yang penuh tantangan. Sama seperti remaja kebanyakan, Shailene harus berhadapan dengan rasa insecure soal fisiknya, pertentangan dengan orangtua dan pastinya kisah cinta yang enggak selalu mulus.


Sempat Merasa Insecure


Shailene sempat punya rasa insecure karena tubuhnya yang kurus. Bukan karena kebiasaan 'makan' yang buruk tapi karena seluruh anggota keluarganya memang punya gen kurus. ”Sepanjang hidupku aku selalu khawatir menjadi terlalu kurus. Dan baru bisa enggak peduli belum lama ini. Waktu remaja, aku paling insecure soal kakiku yang panjang dan rambut tebalku, yang justru sangat aku syukuri sekarang ini," ungkapnya.

Selain masalah tubuh kurus, Shailene juga sempat menderita skoliosis dan harus memakai kawat gigi 18 jam sehari selama dua tahun karena bentuk giginya yang cukup berantakan. Untungnya Shailene enggak merasa hal itu mengganggunya. "Aku merasa kalau ada orang-orang yang punya gigi yang jelek, ada orang-orang yang punya jari yang enggak sempuma," cerita pemeran Tris di film Divergent ini.


Rasa insecure itu bikin Shaliene. sempat merasa enggak pede dan mengalami masa krisis di mana dia selalu pengin memberontak dan mencari kebebasan. Hal ini bikin Shailene jadi sempat punya hubungan yang buruk dengan kedua orangtuanya. khususnya aang ibu.

'Mungkin teman-teman sekolahku akan bilang kalau aku anak yang sangat percaya diri. tapi di dalam. sebenarnya aku sangat keras pada diriku sendiri. Aku sempat merasa seperti ‘aku benci dunia ini!’ tetapi aku berhasil melaluinya.

Dulu aku selalu berusaha melawan apa pun karena aku merasa bisa melakukannya. Sekarang aku selalu merasa lucu kalau mengingat maaa-masa itu: cerita Shailene.

Untungnya rasa insecure dan keinginan buat memberontak itu hilang waktu Shanene berumur 18 tahun. karena dia mulai mendapatkan kebebasan yang dia inginkan.

Saat itu, Shailene pun sadar kalau dia itu beruntung banget punya ibu yang membuatnya membaca buku The Secret waktu dia masih 15 tahun dan mengajarkan dia hal-hal positif dan kasih sayang dalam hidup serta jadi manusia yang baik.

Sekarang, kalau dikasih kesempatan untuk kembali ke masa dirinya masih berumur 15 tahun. Shailene pengin banget bilang sama dirinya saat itu untuk enggak merasa insecure. Soalnya rasa insecure itu muncul karena hal-hal yang orang katakan tentangmu dan itu sebenarnya enggak penting.

“Jadi aku akan bilang pada diriku saat itu. 'Kamu berharga. Kamu cantik.” Soalnya kecantikan itu berasal dari cinta kita pada diri sendiri: katanya.


Sempat Merasa Insecure
@shaileneibes


Cinta Pertama yang Unik


Shailene pertama kali pacaran waktu umurnya 16 tahun. Ini juga pertama kalinya cewek ini merasakan sedihnya patah hati. Lucunya, sekarang cowok itu jadi sahabat baik Shailene. ”Tapi dulu dia adalah cowok super keren di sekolah dan aku adalah cewek super cupu,' 'aku Shailene.

Tapi, kalau soal jatuh cinta, Shailene mengaku baru benar-benar merasakannya waktu dia berumur 18 tahun. “Aku rasa waktu aku benar-benar jatuh cinta sama dia, semuanya begitu manis," cerita Shailene.

Sekarang Shailene sudah enggak bareng cinta pertamanya itu, tapi meski begitu Shailene enggak pernah menyesal dan selalu merasa kalau semua hubungan pacaran yang pernah dia lalui itu, termasuk merasa sedih karena patah hati, adalah pelajaran yang berharga.

”Penting banget buat remaja untuk melalui hubungan pacaran yang enggak mulus, karena dengan begitu, dia akan bisa banyak belajar," katanya.

Shailene juga enggak setuju banget dengan tren yang muncul di masyarakat kalau cewek itu harus selalu dalam posisi lemah atau kesulitan dan harus mau berubah demi cinta.


“Saat ini salah satu passion-ku dalam hidup adalah memberikan kekuatan pada cewek-cewek remaja untuk kembali terhubung dan menyadari kekuatan mereka sendiri.' ungkap Shailene.


Kawanku

High Way To Hell


EmoticonEmoticon